Pengertian Lengkap RAID dan Konsep Masing Masing Level

Pengertian Lengkap RAID dan Konsep Masing Masing Level - Pasti kalian pernah mendengar kata RAID ini, kalau di artikan dalam bahasa inggris RAID ini berarti Serangan, tapi berbeda dengan istilah pada dunia IT.

Jadi RAID itu adalah sebuah singkatan, bukan sebuah kata. RAID adalah kepanjangan dari Redundant Array of Independent Disk. RAID merujuk pada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan yang digunakan untuk mengimplemntasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data.

Kata RAID sendiri ternyata juga memiliki beberapa singkata lainnya, yaitu Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan ada juga Redundant Array of Inexpensive.

Jadi konsep RAID ini adalah menggabungkan beberapa harddisk fisik menjadi sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan software ataupun hardware khusus.

Ada beberapa konsep RAID, diantaranya adalah :
  1. Mirroring, yaitu adalah penyalinan data ke harddisk yang lainnya dari sebuah harddisk
  2. Stripping, adalah pemecahan data ke beberapa harddisk
  3. Koreksi Kesalahan, ialah dimana redundansi (penumpukan) data disimpan untuk mengizinkan kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan mungkin dikoreksi.


RAID Level



Dalam RAID ini terbagi menjadi beberapa level, yaitu ada level 0, level 1, level 2, level 3, level 4, level 5, level 6, yang tiap masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing masing, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, saya akan paparkan sebagai berikut


  • RAID Level 0
RAID Level 0 ini menggunakan konsep Stripping, atau Level ini konsep nya adalah memecahkan sebuah data menjadi beberapa bagian tergantung berapa harddisk yang dipakai. Misalnya kita memiliki sebuah data sebesar 100MB, nah kita menggunakan RAID Level 0 ini pada 2 Harddisk, jadi secara otomatis data 100MB tersebut akan terpecah menjadi 2 Bagian, sehingga menjadi data yang masing masing besarnya 50MB yang tersimpan di 2 Harddisk tersebut. Untuk mengkonfigurasikan RAID 0 ini, kita harus mempunyai minimal 2 Harddisk.


  • RAID Level 1
Pada Level 1 kali ini menggunakan konsep Mirroring, jadi pada Level ini konsepnya ialah menyalin semua data yang dimiliki pada 1 harddisk ke semua harddisk yang terhubung menjadi RAID 1 juga. Dengan kata lain, RAID Level 1 ini adalah mem-back up data secara otomatis, jadi konfigurasi ini sangat direkomendasikan jika kita mempunyai data data yang sangat penting. Jadi sebuah PC mempunyai 2 Harddisk, dan dalam PC tersebut terdapa sebuah data keuangan, nah secara otomatis data keungan tersebut ada pada kedua buah harddisk tersebut. Minimal pemakaian harddisk untuk RAID Level 1 ini adalah sebanyak 2 Harddisk.


  • RAID Level 2
Berbeda dengan level sebelumnya, pada level kali ini menggunakan konsep ECC atau kepanjangan dari error-corecting-code, yaitu mengkoreksi data data yang error. Seperti pada memori di mana pendeteksian terjadinya error menggunakan paritas bit. Setiap byte data mempunyai sebuah paritas bit yang bersesuaian yang merepresentasikan jumlah bit di dalam byte data tersebut di mana paritas bit=0 jika jumlah bit genap atau paritas=1 jika ganjil. Jadi, jika salah satu bit pada data berubah, paritas berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error-correction bit pada disk lain. Paling sedikit harddisk untuk menggunakan level ini adalah sebanyak 5 Harddisk.


  • RAID Level 3
RAID level 3 merupakan pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Pengorganisasian ini hampir sama dengan RAID level 2, perbedaannya adalah RAID level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redundan, berapapun jumlah kumpulan disk-nya. Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya menggunakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap disk yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara paralel. Minimal harddisk yang harus dipasang adalah sebanyak 3 harddisk


  • RAID Level 4
RAID level 4 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu menggunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah paritas blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jika sebuah disk gagal, blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok-blok data pada disk yang gagal tadi. Kecepatan transfer untuk membaca data tinggi, karena setiap disk-disk data dapat diakses secara paralel. Demikian juga dengan penulisan, karena disk data dan paritas dapat ditulis secara paralel. Harddisk yang harus dipakai untuk level ini minimal sebanyak 3 Harddisk.



  • RAID Level 5
RAID level 5 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved tersebar. Data dan paritas disebar pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapat kumpulan dari 5 disk, paritas blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) + 1; blok ke n dari empat disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut. Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk blok data pada disk yang sama, karena kegagalan sebuah disk akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Harddisk yang harus dipakai untuk level ini adalah minimal sebanyak 3 Harddisk


  • RAID 6
Secara umum adalah peningkatan dari RAID 5, yakni dengan penambahan parity menjadi 2 (p+q). Sehingga jumlah harddisk minimalnya adalah 4 (n+2 ; n > 1). Dengan adanya penambahan pariti sekunder ini, maka kerusakan dua buah harddisk pada saat yang bersamaan masih dapat ditoleransi. Misalnya jika sebuah harddisk mengalami kerusakan, saat proses pertukaran harddisk tersebut terjadi kerusakan lagi di salah satu harddisk yang lain, maka hal ini masih dapat ditoleransi dan tidak mengakibatkan kerusakan data di harddisk bersistem RAID 6.


Click to comment